Setelah berdebat cukup lama dengan teman saya, akhirnya kami memutuskan untuk makan di de mandailing cafe and eatery. Cafe ini terletak di daerah ruko klampis, karena pada dasarnya merupakan bangunan ruko, ada 3 lantai di de mandailing, lantai ke tiga untuk area smoking. Di lantai satu pencahayaannya terang namun tidak membuat mata capek. Konsepnya kita pesan di kasir trus langsung bayar, setelah itu kita akan dicarikan tempat duduk yang kosong oleh waiters (yang komunikasi sama waiters di lantai lain pake HT), sementara pesanan kita akan diantar ke meja masing2. Kami kebagian tempat di lantai 2, yang pencahayaannya lebih remang2 untuk mendukung layar tancep yang dipasang di belakang jendela.


Karena tidak terlalu lapar, kami hanya pesan makanan yang ringan saja (bukan menu nasi atau pasta). Pertama saya pesan choco berry waffle (idr 25K), dan waktu saya lihat waffle saya di atas meja, saya rasanya pengen teriak "wuuuaaaahhh.... ccuuuutteeeee..." (hahaha, lebay). Rasanya t-o-p b-g-t apalagi harga yang dipatok tidak terlalu mahal. Wafflenya garing tapi masih terasa soft di dalamnya, es krim vanila dan strawberry terasa segar dimakan dengan waffle, namun untuk coklatnya saya tidak terlalu suka.
Satu lagi yang kita pesan adalah gratin (idr 24K), salah satu menu favorit di de mandailing cafe. Potato bake yang lembut dibalut cream dan keju yang gurih serta ada potongan daging asap di dalamnya, pokoknya enak tenan dan gak bikin eneg.
Minumnya kita pesan cookies and cream frappe (idr 21K), rasanya enak tapi kesannya agak berat buat kita, soalnya kita sudah kenyang... :P
Pengalaman yang menyenangkan di cafe de mandailing, kapan2 pengen ke sana lagi untuk coba menu nasi dan pasta... :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar